Laporan
Praktikum Fisiologi Tumbuhan
PENGUKURAN STATUS AIR PADA TUMBUHAN
Oleh :
KELOMPOK 6
1. Fahrur Rozi Pasi 1805108010029
2. Reva Fazira 1805108010045
3. Safriadi 1805108010033
4. Sarah Nadia 1805108010056
5. Shafira Nurulita 1805108010052
LABORATORIUM FISIOLOGI
TUMBUHAN
PROGRAM STUDI
AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM BANDA ACEH
2019
I.PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tumbuh-tumbuhan
memerlukan air dan mineral. Air dan mineral diserap dari dalam tanah tinggi
melalui selaput semipermeabel (Wijaya, 2006). Jaringan prngangaut pada tumbuhan
menggunakan akar. Pengambilan zat-zat ini dilakukan secara difusi dan osmosis.
Difusi merupakan perpindahan molekul atau ion dari daerah berkonsentrasi tinggi
ke daerah berkonsentrasi rendah. Sedangkan osmosis adalah perpindahan air dari
larutan berkonsentrasi rendah ke larutan berkonsentrasi tingkat tinggi terdiri dari xylem dan floem. Xylem
merupakan suatu jaringan yang kompleks dan terdiri dari berbagai macam sel.
Pada umumnya sel-sel penyusun xylem telah mati dengan dinding sangat tebal
tersusun dari zat lignin sehingga xylem berfungsi juga seebagai jaringan
penguat. Unsur-unsur xylem terdiri dari unsur trakeal, serat xylem dan parenkin
xylem.
Jaringan xilem
adalah suatu komponen jaringan pengangkut yang mempunyai dua fungsi utama.
Xylem berfungsi untuk mengangkut air serta garam-garam mineral dari akar ke
semua anggota tumbuhan dan juga menjadi penyokong/ kekuatan mekanis untuk
tumbuhan. Istilah xilem sendiri berasal dari
bahasa Yunani, xylos yang berarti kayu
sehingga xilem juga dapat disebut pembuluh kayu. Jaringan xilem mempunyai
beberapa komponen seperti trakeid, serat xilem, trakea dan parenkim xilem
Penyimpanan air dan
nutrisi pada jaringan xilem batang merupakan faktor penting yang mempengaruhi kesegaran tanaman dan
ketahanan hidup. Misalnya, air yang tersimpan membantu untuk menyeimbangkan
kondisi tumbuhan terhadap defisit air musiman yang parah. Xilem juga merupakan
jaringan penyimpanan penting untuk nutrisi, seperti nitrogen dan pati (Pratt,
dkk., 2007). Pengangkutan air melalui pembuluh kayu (xilem), terjadi karena
pembuluh kayu (xilem) tersusun seperti rangkaian pipa-pipa kapiler.Dengan kata
lain, pengangkutan air melalui xilem mengikuti prinsip kapilaritas. Daya
kapilaritas disebabkan karena adanya kohesi antara
molekul air dengan air dan adhesi antara molekul air dengan dinding
pembuluh xilem.Baik kohesi maupun adhesi ini menimbulkan
tarikan terhadap molekul air dari akal sampai ke daun secara bersambungan.
B. Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari pratikum ini adalah menentukan
persentase air yang terdapat dalam jaringan tanaman.
II. TINJAUAN
PUSTAKA
Fisiologi tumbuhan dapat dikatakan sebagai ilmu yang banyak membicarakan
tentang air karena banyak fungsi-fungsi tumbuhan yang secara langsung
bergantung pada sifat-sifat air dan senyawa-senyawa yang terlarut di
dalamnya. Dibandingkan dengan faktor lingkungan lainnya, air merupakan
faktor yang paling berpengaruh terhadap laju pertumbuhan. Fungsi air sebagai
larutan ini penting sekali artinya bagi kehidupan
tumbuhan. Struktur molekul protein dan asam nukleat sangat ditentukan dengan
adanya molekul air disekitarnya. Aktivitas senyawa lain didalam protoplasma juga
sangat ditentukan kandungan air (Kimball, 1998).
tumbuhan. Struktur molekul protein dan asam nukleat sangat ditentukan dengan
adanya molekul air disekitarnya. Aktivitas senyawa lain didalam protoplasma juga
sangat ditentukan kandungan air (Kimball, 1998).
Untuk
menyatakan status air atau perimbangan air dalam tubuh tumbuhan
dapat dilakukan dengan dua cara yang umum digunakan, yaitu satu diantaranya
berdasarkan atas energi air di dalamnya jaringan tumbuhan yang lazim disebut
potensial air, dan ini merupakan cara yang paling tepat untuk menentukan status air dari jaringan tanaman dengan memakai istilah potensial air. Suatu jaringan akan mengalami defisit air jika potensial air tersebut kurang atau lebih dari 0 (nol) bar. Cara yang kedua adalah dengan mengukur kuantitas air dari suatu jaringan kandungan air nya dan menyatakan dengan kondisi standart tertentu (Ismail, 2011).
dapat dilakukan dengan dua cara yang umum digunakan, yaitu satu diantaranya
berdasarkan atas energi air di dalamnya jaringan tumbuhan yang lazim disebut
potensial air, dan ini merupakan cara yang paling tepat untuk menentukan status air dari jaringan tanaman dengan memakai istilah potensial air. Suatu jaringan akan mengalami defisit air jika potensial air tersebut kurang atau lebih dari 0 (nol) bar. Cara yang kedua adalah dengan mengukur kuantitas air dari suatu jaringan kandungan air nya dan menyatakan dengan kondisi standart tertentu (Ismail, 2011).
Dinding sel dan
membran sel tumbuhan merupakan ciri khas yang membedakan sel tumbuhan dengan
sel hewan. Membran sel dapat dilalui zat-zat terlarut dengan mudah, sedangkan
dinding sel yang bahan penyusunnya bersifat kaku mengakibatkan terjadinya
tekanan pada sel. Potensial air merupakan alat diagnosis yang memungkinkan
penentuan secara tepat keadaan status air dalam sel atau jaringan tumbuhan.
Semkain rendah potensial dari suatu sel atau jaringan tumbuhan, maka semakin
besar kemampuan tanaman untuk menyerap air dari dalam tanah. Sebaliknya,
semakin tinggi potensial air, semakin besar kemampuan jaringan untuk memberikan
air kepada sel yang mempunyai kandungan air lebih rendah (Basahona, 2011).
Pada umumnya
nilai potensial air dalam tumbuhan mempunyai nilai yang lebih kecil dari 0 bar,
sehingga mempunyai nilai yang negative. Nilai potensial air di dalam sel
dan nilainya di sekitar sel akan mempengaruhi difusi air dari dan ke dalam sel
tumbuhan. Dalam sel tumbuhan ada tiga faktor yang menetukan nilai potensial
airnya, yaitu matriks sel, larutan dalam vakuola dan tekanan hidrostatik dalam
isi sel. Hal ini menyebabkan potensial air dalam sel tumbuhan dapat dibagi
menjadi 3 komponen yaitu potensial matriks, potensial osmotik dan potensial
tekanan (Haryati, 2003).
Potensial kimia
air atau biasanya dinyatakan sebagai potensial air, PA (ψ, psi) penting untuk
diketahui agar dapat dimengerti pergerakan air di dalam sistem tumbuhan, tanah
dan udara. Potensial air biasanya dinyatakan dalam satuan bar, atm, seperti
satuan tekanan. Air akan bergerak dari PA tinggi ke PA yang lebih rendah. Jadi
difusi termasuk osmosis, terjadi sebagai akibat adanya gradient dalam energi
bebas dari partikel-partikel yang berdifusi. Potensial air adalah suatu
pernyataan dari status energi bebas air, suatu ukuran datat yang menyebabkan
air bergerak ke dalam suatu sistem, seperti jaringan tumbuhan, tanah atau
atmosfir, atau dari suatu bagian ke bagian lain dalam suatu sistem. Potensial
air mungkin merupakan parameter yang paling bermanfaat untuk diukur dalam
hubungannya dengan sistem tanah, tanaman dan atmosfir (Wibosono, 2009).
Osmosis
merupakan difusi air melintasi membran semipermeabel dari daerah
dimana air lebih banyak ke daerah dengan air yang lebih sedikit
Osmosis sangat di tentukan oleh potensial kimia air atau potensial
air, yang menggambarkan kemampuan molekul air untuk dapat
melakukandifusi. Sejumlah besar volume
air akan memiliki kelebihan energi bebas dari pada volume yang sedikit, di bawah kondisi yang sama. Zat terlarut
yang berdifusi cenderung untuk bergerak dari daerah yang berpotensi kimia lebih
tinggi menuju daerah yang berpotensial kimia lebih kecil (Lakitan, 2004).
III. BAHAN DAN METODE PERCOBAAN
A.
Tempat dan Waktu
Percobaan
Praktikum
Fisiologi Tumbuhan tentang Pengukuran Status Air Pada Tumbuhan yang
dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Fakultas Pertanian,
Universitas Syiah Kuala. Pada hari Rabu, 13 Maret 2019, pukul 08.00 WIB.
B.
Alat dan Bahan
Alat
1. Aquades
1. Aquades
2.Oven
3.Gelas
piala
4.
timbangan dan lain-lain
Bahan
1.Daun
singkong (Manihot utilissima) 6
tangkai
C.
Metode Kerja
1. Metode
Berdasarkan Berat Segar
Ditimbang satu helai daun singkong kemudian dimasukkan ke dalam
kantong kertas, selanjutnya dipanaskan dalam oven pada suhu 70°C selama 48 jam,
kemudian ditimbang lagi.
BS
2. Metode
Berdasarkan Berat Kering
Seperti
cara kerja metode 1.
BK
3. Metode
Kandungan Air Relatif
Metode ini berdasarkan turgor penuh, yaitu dengan merendam daun
singkong ke dalam aquades sampai didapat berat yang konstan dengan suhu ruangan
tetap, lap kelebihan aiar yang menempel pada daun dengan kertas tissue kemudian
ditimbang , lalu daun tersebut dikeringkan dalam oven pada suhu 70°C selama 48
jam kemudian ditimbang kembali ( berat kering ).
BT – BK
Keterangan :
BS = Berat Segar
BK = Berat Kering
BT = Berat pada Keadaan Turgor Penuh
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Pengamatan
1. Tabel Hasil Pengamatan
PERLAKUAN
|
BERAT SEGAR
|
BERAT KERING
|
BERAT TURGOR
|
|||
I
|
5,52
|
3,84
|
1,72
|
1
|
-
|
-
|
II
|
5,4
|
6,24
|
1,66
|
1,88
|
-
|
-
|
III
|
3,4
|
4,14
|
0,94
|
1,26
|
3.34
|
4,2
|
4.2. Pembahasan
Air merupakan senyawa
yang dibentuk dalam jumlah yang besar, baik untuk tumbuhan, manusia, maupun
hewan. Bagi tumbuhan, air sangat dibutuhkam untuk perkembangan dari tumbuhan
ataupun tanaman tersebut. Pada praktikum pengukuran status air pada tanaman
mempunyai tujuan yaitu untuk mengetahui kandungan air dalam suatu jaringan
dengan metode berat segar, berat kering dan kandungan air relative.
Air merupakan komponen
utama dalam tumbuhan, diman air menyusun 60-90 % dari berat daun. Jumlah air
yang dikandung tiap tanaman berbeda-beda, hal ini bergantung pada habitat dan
jenis spesies tumbuhan tersebut. Air mampu melarutkan lebih banyak bahan
dari zat cair lainnya. Hal ini sebagian disebabkan karena air memiliki tetapan
dielektrik yang termasuk tinggi yaitu suatu ukuran kemampuan untuk menetralkan
tarik-menarik antara muatan listrik.
Semua proses fisiologi di
dalam jaringan tanaman tidak akan terjadi tanpa adanya air yang berperan
penting dalam proses tersebut. Selama pertumbuhan tanaman air
memiliki peranan penting di antaranya berperan sebagai pelarut bahan-bahan
organik, bahan utama proses fotosintesis dan lain-lain. Jika tanaman
mengalami stress air, maka pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut tidak
akan berjalan normal.
Air masuk ke dalam sel
tanaman melalui proses difusi, yang mana proses difusi ini terjadi karena
perbedaan konsentrasi, yaitu konsentrasi di ruang yang dalam sel lebih
rendah di bandingkan konsentrasi di luar sel. Sel tumbuhan dapat mengalami
kehilangan air yang besar jika potensial air di luar sel lebih rendah
dibandingkan dengan potensial air di dalam sel, sehingga akan mengakibatkan
volume isi sel akan menurun dan tidak akan mampu mengisi seluruh telah dibentuk
oleh sel tersebut.
Proses fisiologis tanaman
adalah dimana didalam tubuh tanaman itu organ tanaman satu persatu akan
terbentuk. Dalam fisiologi tumbuhan kita banyak membicarakan tentang air hal
ini dikarenakan banyak fungsi-fungsi tumbuhan yang secara langsung
bergantung pada sifat-sifat air dan senyawa-senyawa yang terlarut di dalamnya.
Dibandingkan dengan faktor lingkungan lainnya, air merupakan faktor yang paling
berpengaruh terhadap laju pertumbuhan.
Dalam percobaan dimana
bila tanaman segar dipanaskan pada suhu 70˚C selama 48 jam, maka hampir seluruh
air di tumbuhan tersebut menguap sementara bahan yang tertinggal disebut bahan
kering. Komponen utama bahan kering adalah polisakarida dan lignin pada dinding
sel, ditambah dengan komponen sitoplasma seperti protein,lipid,asam amino,asam
organic, serta unsure tertentu seperti kalium berbentuk ion yang menjadi bagian
tak penting dari senyawa organik pada tubuh tanaman .
Pada praktikum ini yang
akan dikerjakan adalah mengukur status air pada daun ubi (Manihot utilissima). Untuk pengukuran status air pada daun ubi ini
dilakukandengan tiga metode yang dimana dalam ketiga metode yang telah
kelompok kami lakukan ini didapatkanlah data sebagai berikut. : berat
segar pada ketiga daun masing - masing adalah (5,52; 5,,4; 3,4) dan (3,84;
6,24; 4,14) kemudian untuk berat kering
yang didapatkan (1,72; 1,66; 0,94) dan (1; 1,88; 1,26) sedangkan untuk berat turgornya didapat data
(3,34) dan (4,2). Jadi begitulah hasil
yang didapatkan setelah kami melakukan percobaan praktikum di laboratorium.
Di dalam pelaksanaan
praktikum pengukuran status air pada tanaman ini digunakanla tiga buah metode
atau cara yaitu : metode berdasarkan berat segar, metode berdasarkan berat
kering,dan metode kandungan air relative. Dimana Pada praktikum kali ini
diantara ketiga metode yang digunakan itu status air paling besar terdapat pada
percobaan berat kering, hal ini dikarenakan banyaknya air yang dilepaskan
daripada metode berat segar dan kandungan air relative. Air juga sangat
berpengaruh pada tanaman singkong itu sendiri.
Keadaan air tanah sangat
mempengaruhi tingkat transpirasi dan respirasi biar persediaan air dalam
tanah berkurang maka transpirasi jelas akan berkurang sebagai penutupan stomata.
Hal ini juga mempengaruhi banyaknya keberadaan air pada setiap tumbuhan.
Dari ketiga metode
tersebut yang digunakan yang paling besar terdapat kandungan air nya adalah
metode berat kering. Ini disebabkan karena banyaknya air yang melepaskan air.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Adapun
yang dapat diambil kesimpulan dari praktikum ini adalah:
1.
Ada
3 cara dalam pengukuran status air pada tanaman yaitu metode berat segar,metode
berat kering dan metode kandungan air relative.
2.
ketiga metode yang digunakan pada percobaan pengukuran status air pada
tumbuhan,status
air paling besar terdapat pada percobaan berat kering, hal ini dikarenakan
banyaknya air yang dilepaskan daripada metode berat segar dan kandungan air
relative.
3.Daun
Singkong segar dipanaskan pada suhu 70-80˚C selama dua hari, maka hampir
seluruh air di tumbuhan tersebut menguap sementara bahan yang tertinggal
disebut bahan kering.
4.Perendaman
daun singkong ke dalam air bertujuan untuk untuk terjadinya turgor penuh, yaitu
sampai di dapat berat yang konstan dengan suhu ruangan tetap.
5.
Dibandingkan dengan faktor lingkungan lainnya, air merupakan faktor yang paling
berpengaruh terhadap laju pertumbuhan.
5.2.
Saran
Adapun
saran pada praktikum ini yaitu agar kedepannya alat-alat praktikum yang
disediakan lebih banyak agar tidak membuang-buang waktu untuk menunggu giliran.
DAFTAR PUSTAKA
Basahona, Sumanto. 2011. Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan
Pengukuran Potensial air jaringan tumbuh http://basahona.blogspot.com/2010/12/laporanpraktikum-fisiologi-tumbuhan.html.
Haryati.2003.Pengaruh Cekaman Air Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman.Medan:
Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.
Ismail dan Abd Muis. 2011. Penuntun Praktikum Fisiologi Tumbuhan.
Jurusan Biologi Universitas Negeri Makassar, Makassar.
Kimball, J.W. 1998. Biologi Edisi Kelima. Erlangga : Jakarta.
Lakitan, Benyamin.2004. Dasar - Dasar Fisiologi Tumbuhan. Radja
Grafindo Persada.
Wibosono.2009.Osmosis. http://wibosono1981.blogspot.com/osmosis.html.DiaksPada Tanggal 27 Maret 2009.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar