Kamis, 28 Maret 2019

Estimasi Water Potensial Dengan Metode Shardakov Laporan Fisiologi Tumbuhan (Limited Edition)


Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan

ESTIMASI WATER POTENSIAL DENGAN METODE SHARDAKOV


Hari/Jam  : Rabu/08.00-9.45 
Asisten     : Juli Astri


Oleh :

KELOMPOK 6

1.      Fachrur Rozi Pasi                            1805108010029
2.      Reva Fazira                                   1805108010045
3.      Safriadi                                         1805108010033
4.      Sarah Nadia                                  1805108010056













LABORATORIUM FISIOLOGI TUMBUHAN
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM BANDA ACEH
2019




I.PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
            Semua sel tumbuhan dikelilingi oleh sel selaput atau membrane. Membran sel tidak dapat dilalui oleh semua zat. Membran sel sel berfungsi sebagai tirai kasa di jendela rumahmu yang dapat dilalui udara tetapi tidak dapat dilalui oleh benda –benda yang besar seperti serangga atau kerikil bahkan nyamuk. Sel-sel tumbuhan dapat dilewati air, zat-zat makanan terlarut, oksigen dan karbondioksida baik ke dalam atau ke luar sel. Bagian-bagian penyusun zat didalam ini selalu dalam keadaan bergerak.
Kelangsungan hidup sel tumbuhan bergantung pada kemampuannya untuk menyeimbangkan pengambilan dan pengeluaran air. Pengambilan atau pengeluaran air oleh suatu sel terjadi melalui osmosis, yaitu transpor pasif air melewati membran semipermeabel. Dalam kasus sel hewan, sudah cukup bagi kita jika kita tahu apakah larutan ekstraseluler itu hipotonik atau hipertonik terhadap cairan sel; air akan bergerak akibat osmosis dari arah hipotik ke hipertonik. Akan tetapi dalam kasus sel tumbuhan, kehadiran dinding sel menjadi faktor kedua yang mempengaruhi osmosis tersebut.
Adanya potensial osmosis cairan sel air murni cenderung untuk memasuki sel, sedangkan potensial turgor yang berada di dalam sel mengakibatkan air untuk cenderung meninggalkan sel. Saat pengaturan potensial osmosis maka potensial turgor harus sama dengan 0. Agar potensial turgor sama dengan 0 maka haruslah terjadi plasmolisis. Plasmolisis adalah suatu proses lepasnya protoplasma dari dinding sel yang diakibatkan keluarnya sebagian air dari vakuola (Salisbury and Ross, 1992). Penentuan nilai osmotik cairan sel dapat pula dilakukan dengan metode “Chardakov”.
Penentuan nilai osmotik ini sudah sejak lama dikenal oleh V.S Chardakov yang berasal dari Rusia. Cara ini relative lebih mudah, akurat, dan mudah diterapkan dilapangan. Perhitungan nilai potensial osmotic cairan sel dengan metode Chardakov ini didasarkan pada perubahan konsentrasi larutan akibat adanya penyerapan larutan oleh jaringan yang direndam atau adanya pengeluaran cairan dari jaringan yang direndam di dalam larutan. Dalam metode Chardakov,gerakan partikel-partikel zat terlarut ke dan dari dalam jaringan/larutan diabaikan.

  B.  Tujuan Praktikum

Adapun percobaan ini bertujuan untuk mengukur potensial air jaringan umbi kentang.






II. TINJAUAN PUSTAKA


Water potensial adalah potensial kimia air dalam suatu system atau bagian system.  Dinyatakan dalam satuan tekanan dan dibandingkan dengan potensial kimia air murni (juga dalam satuan tekanan) pada tekanan atmosfer dan pada suhu serta ketinggian yang sama potensial murni ditentukan sama dengan nol. Faktor-faktor penghasil gradient yaitu konsentrasi atau aktifitas, suhu, tekanan, efek larutan terhadap potensial kimia pelarut, matriks.  Mengukur metode air dengan metode volume jaringan, metode chordate, metode tekanan uap.  Besar jumlah potensial air pada tumbuhan dipengaruhi oleh 4 macam komponen potensial, yaitu gravitasi, matriks, osmotik dan tekanan. Potensial gravitasi bergantung pada air di dalam daerah gravitasi. Potensial matriks bergantung pada kekuatan mengikat air saat penyerapan.  Potensial osmotik bergantung pada hidrostatik atau tekanan angina dalam air (Campbell,1983).
Water potensial adalah potensial kimia air dalam suatu system atau bagian system.Dinyatakan dalam satuan tekanan dan dibandingkan dengan potensial kimia air murni (juga dalam satuan tekanan) pada tekanan atmosfer dan pada suhu serta ketinggian yangsama potensial murni ditentukan sama dengan nol. Faktor-faktor penghasil gradient yaitukonsentrasi atau aktifitas, suhu, tekanan, efek larutan terhadap potensial kimia pelarut,matriks. Mengukur metode air dengan metode volume jaringan, metode chordate, metodetekanan uap (Salisbury, 1995).
Hubungan antar water potensial adalah dengan melibatkan peristiwa osmosis karena osmosis merupakan peristiwa difusi dimana antara 2 tempat tersedianya difusi dipisahkan oleh membrane atau selaput. Maka dapat diartikan bahwa dinding sel atau membrane protoplasma adalah merupakan membrane pembatas antara zat yang berdifusi karena pada umumnya sel tumbuh-tumbuhan tinggi mempunyai dinding sel maka sebagian besar proses fitokimia dalam tumbuh-tumbuhan adalah merupakan proses osmose (Heddy, 1987).
Pada fisiologi tanaman adalah hal biasa untuk menunjukkan energi bebas yang dikandung di dalam air dalam bentuk potensial air (ψ). Definisi dari potensial air adalahenergi per unit volume air, potensial air berbanding lurus dengan suhunya (Fitter,1981).

Potensial osmotic merupakan potensial kimia yang disebabkan adanya materi yangterlrut. Potensial osmotic selalu memiliki nilai negative, hal ini disebabkan karenacenderung bergerak menyebrangi membrane semi permeable dari air murni menuju air yang mengandung zat terlarut (Lambers, 1998).
Besar jumlah potensial air pada tumbuhan dipengaruhi oelah 4 macam komponen potensial, yaitu gravitasi, matriks, osmotic dan tekanan. Potensial gravitasi bergantung pada air didalam daerah gravitasi . potensial matriks bergantung pada kekuatan mengikatair saat penyerapan. Potensial osmotic bergantung pada hidrostatik atau tekanan anginadalam air (Deragon, 2005).
















III. BAHAN DAN METODE PERCOBAAN


A.  Tempat dan Waktu Percobaan
Praktikum Fisiologi Tumbuhan tentang Jaringan Pengangkut Air yang dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Pada hari Rabu, 20 Maret 2019, pukul 08.00 WIB.

B.  Bahan dan Alat Percobaan
Bahan Tanaman : Buah kentang ( Solanum Tuberosum )
Bahan Kimia      : Larutan Sukrosa
Alat - alat           :
Tabung reaksi, bubuk methyl blue, pipet tetes.

C.  Metode Kerja
1.    Instruktur menyediakan larutan sukrosa dengan  konsentrasi 1 M.
2.    Dibuat 2 seri larutan dalam tabung-tabung reaksi yang telah disediakan masing-masing : 0,05; 0,10; 0,15; 0,20; 0,25; 0,30; 0,35; 0,40; 0,45; 0,50 M sebanayak 20 ml. Diberi label pada setiap tabung sesuai dengan konsentrasinya.
3.    Diambil sedikit bubuk methyl blue ( secukupnya saja untuk memberi warna) dan dimasukkan ke dalam seri 1 larutan sukrosa (10 tingkat konsentrasi) campur hingga rata.
4.    Dibuatlah potongan-potongan dari umbi yang tersedia. Dihindari evaporasi dari potongan-potongan umbi ini. Dimasukkan potongan umbi sebanyak 4-5 cm sebanyak 4-5 cm sebanyak 3 potong kedalam  masing-masing larutan dalam tabung yang telah diwarnai. Ditutup dengan kertas aluminium dan biarkan selama 2 jam.
5.    Diambil larutan berwarna dari masing-masing konsentrasi yang berisi potongan umbi. Dengan ekstra hati-hati dan pelan-pelan, dimasukkan ujung hingga bagian tengah larutan kontrol sesuai dengan tingkat konsentrasinya. Dilepaskan 1 tetes larutan berwarna tersebut.
6.    Diamati larutan control mana yang tetes warnanya tidak bergeser ke atas atau ke bawah, berarti water potensinya sama dengan sampel anda. Dikonversikan nilai konsentrasi larutan kontrol dengan nilai water potensial sukrosa dalam tabel yang disediakan berdasarkan A.






IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


A.  Hasil Pengamatan

Tabel 1. Hasil Pengamatan Percobaan Estimasi Water Potensial dengan Metode Shardakov
Konsentrasi Sukrosa (M)
Pergerakan Larutan yang Diuji dalam Larutan Kontrol
0,05
Turun
0,10
Naik
0,15
Naik
0,20
Naik Lebih Cepat
0,25
Naik
0,30
Naik
0,35
Naik
0,40
Naik
0,45
Naik
0,50
Naik


B.  Pembahasan
            Berdasarkan hasil pengamatan pada praktikum ini, dapat diketahui bahwa terjadi perubahan kentang yang di rendam pada larutan sukrosa. Peningkatan kentang terjadi pada rendaman larutan sukrosa dengan molaritas 0,10 M. Peningkatan ini disebabkan oleh masuknya air di dalam larutan sukrosa ke dalam sel kentang dengan cara osmosis. Proses osmosis akan berhenti ketika telah terjadi kesetimbangan antara potensial air sel tumbuhan dengan potensial air larutan., bahwa pada larutan sukrosa pada konsentrasi 0,20 M menyebabkan pertambahan naik lebih cepat pergerakan yang diuji dalam larutan kontrol. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada konsentrasi 0,20 M, kesetimbangan potensial air antara sel tumbuhan dan larutan sukrosa telah tercapai, dan transport air netto berhenti. sedangkan penurunan kentang terjadi pada rendaman larutan sukrosa dengan molaritas 0,25 M. Untuk potensial air sel kentang sendiri, dengan semakin meningkatnya molaritas larutan sukrosa maka semakin negatif pula nilai potensial air sel kentang tersebut.

            Peningkatan pada kentang terjadi disebabkan oleh masuknya air di dalam larutan sukrosa ke dalam sel kentang dengan cara osmosis. Namun, perendaman kentang dengan larutan sukrosa tidak selalu meningkatkan bobotnya. Bobot kentang yang telah mengalami perendaman dapat menjadi lebih kecil daripada bobot kentang semula. Hal ini juga disebabkan oleh keluarnya air dari sel kentang secara osmosis pula. Keluarnya air ini disebabkan oleh larutan sukrosa tersebut memiliki potensial air yang lebih negatif daripada potensial air sel, sehingga air akan berpindah dari dalam sel ke larutan sukrosa. Air meninggalkan sel, dan volume sel mengecil. Potensial air sel akan terus menurun sehingga mencapai kesetimbangandengan potensial air larutan sukrosa.
            Kentang bersifat hipotonik dan gula bersifat hipertonik maka air yang berada pada kentang bergerak keluar sehingga kadar air pada kentang berkurang dan semakin besar zat terlarut yang diserap oleh umbi kentang, makin besar air yang keluar dari umbi kentang tersebut. Dan jika hal tersebut terjadi pada tanaman yang masih aktif bertumbuh, maka tanaman bisa mengalami cekaman akibat terganggunya proses absorbsi air. Ini terjadi karena banyaknya zat terlarut di dalam sel atau jaringan tumbuhan akan meningkatkan nilai potensial osmotik dari tumbuhan itusendiri,dan menurunkan nilai potensial airnya.Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan bobot kentang setelah perendaman menjadi berkurang, selain perbedaan potensial air yang telah dijelaskan di atas.












V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

          Adapun kesimpulan pada percobaan ini adalah:
     1.      Apabila potensial air di dalam jaringan kentang lebih tinggi dari potensial larutan perendamnya maka air akan keluar dari jaringan kentang ke larutan perendamnya.
     2.      Apabila potensial air di dalam jaringan kentang lebih rendah dari potensial larutan perendamnya maka air akan masuk dari larutan perendam kedalam jaringan kentang.
    3.      Penggunaan methylen blue bertujuan untuk memudahkan dalam pengamatan terhadap gerakan larutan kontrol yang dimasukkan ke dalam larutan yang di uji.
   4.      Apabila larutan kontrol mengapung dipermukaan di larutn perendam maka densitas larutan perendam lebih rendah dibandingkan larutan kontrol.
     5.      Apabila larutan kontrol tenggelam berarti larutan perendam densitasnya lebih tinggi dibandingkan larutan kontrol.

B. SARAN
            Adapun saran ada percobaan ini yaitu agar mendapatkan hasil yang maksimal seperti yang di harapkan , Sebaiknya kita harus teliti dan meningkatkan kerjasama antar anggota kelompok.












DAFTAR PUSTAKA


Campbell, John W. 1983. Biologi Edisi 5.   Airlangga: Bogor

Deragon.2005. Biologi Pertanian. Rajawali Press: Jakarta

Fitter.1981. Fisiologi Lingkungan Tanaman.UGM Press: Yogyakarta

Heddy.1987. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia: Jakarta

Lambers.1998. Analisis Pertumbuhan Tanaman.UGM Press: Yogyakarta

Salisbury.1995. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan.USU-Press: Medan.








LAMPIRAN




                          

          Gambar 1. Pencampuran larutan  dengan methyl blue       




   Gambar 2. Pemasukan larutan  sukrosa







  Gambar 3. Larutan yang sudah dicampur






 Gambar 4. Larutan dimasukkan umbi kentang   







Gambar 5. Pemasukan kentang ke larutan sukrosa








 Gambar 6. Pemasukan larutan ke dalam tabung 




  
               
                                                    




                 
                        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar