Laporan
Praktikum Fisiologi Tumbuhan
ESTIMASI WATER POTENSIAL DENGAN METODE SHARDAKOV
Hari/Jam : Rabu/08.00-9.45
Asisten :
Juli Astri
Oleh :
KELOMPOK 6
1. Fachrur Rozi Pasi 1805108010029
2. Reva Fazira 1805108010045
3. Safriadi 1805108010033
4. Sarah Nadia 1805108010056
LABORATORIUM FISIOLOGI
TUMBUHAN
PROGRAM STUDI
AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM BANDA ACEH
2019
I.PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Semua sel
tumbuhan dikelilingi oleh sel selaput atau membrane. Membran sel tidak dapat
dilalui oleh semua zat. Membran sel sel berfungsi sebagai tirai kasa di jendela
rumahmu yang dapat dilalui udara tetapi tidak dapat dilalui oleh benda –benda
yang besar seperti serangga atau kerikil bahkan nyamuk. Sel-sel tumbuhan dapat
dilewati air, zat-zat makanan terlarut, oksigen dan karbondioksida baik ke
dalam atau ke luar sel. Bagian-bagian penyusun zat didalam ini selalu dalam
keadaan bergerak.
Kelangsungan hidup sel tumbuhan bergantung pada kemampuannya
untuk menyeimbangkan pengambilan dan pengeluaran air. Pengambilan atau
pengeluaran air oleh suatu sel terjadi melalui osmosis, yaitu transpor pasif
air melewati membran semipermeabel. Dalam kasus sel hewan, sudah cukup bagi
kita jika kita tahu apakah larutan ekstraseluler itu hipotonik atau hipertonik
terhadap cairan sel; air akan bergerak akibat osmosis dari arah hipotik ke
hipertonik. Akan tetapi dalam kasus sel tumbuhan, kehadiran dinding sel menjadi
faktor kedua yang mempengaruhi osmosis tersebut.
Adanya potensial osmosis
cairan sel air murni cenderung untuk memasuki sel, sedangkan potensial turgor
yang berada di dalam sel mengakibatkan air untuk cenderung meninggalkan sel.
Saat pengaturan potensial osmosis maka potensial turgor harus sama dengan 0.
Agar potensial turgor sama dengan 0 maka haruslah terjadi plasmolisis.
Plasmolisis adalah suatu proses lepasnya protoplasma dari dinding sel yang
diakibatkan keluarnya sebagian air dari vakuola (Salisbury and Ross, 1992). Penentuan nilai osmotik cairan sel
dapat pula dilakukan dengan metode “Chardakov”.
Penentuan nilai osmotik ini sudah sejak lama dikenal oleh
V.S Chardakov yang berasal dari Rusia. Cara ini relative lebih mudah, akurat,
dan mudah diterapkan dilapangan. Perhitungan nilai potensial osmotic cairan sel
dengan metode Chardakov ini didasarkan pada perubahan konsentrasi larutan
akibat adanya penyerapan larutan oleh jaringan yang direndam atau adanya
pengeluaran cairan dari jaringan yang direndam di dalam larutan. Dalam metode
Chardakov,gerakan partikel-partikel zat terlarut ke dan dari dalam
jaringan/larutan diabaikan.
B. Tujuan Praktikum
Adapun percobaan ini bertujuan untuk mengukur potensial
air jaringan umbi kentang.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Water potensial adalah
potensial kimia air dalam suatu system atau bagian
system. Dinyatakan dalam satuan tekanan dan dibandingkan dengan
potensial kimia air murni (juga dalam satuan tekanan) pada tekanan atmosfer dan
pada suhu serta ketinggian yang sama potensial murni ditentukan sama dengan
nol. Faktor-faktor penghasil gradient yaitu konsentrasi atau aktifitas,
suhu, tekanan, efek larutan terhadap potensial kimia pelarut,
matriks. Mengukur metode air dengan metode volume jaringan, metode
chordate, metode tekanan uap. Besar jumlah potensial air pada tumbuhan
dipengaruhi oleh 4 macam komponen potensial, yaitu gravitasi, matriks, osmotik
dan tekanan. Potensial gravitasi bergantung pada air di dalam daerah
gravitasi. Potensial matriks bergantung pada kekuatan mengikat air saat
penyerapan. Potensial osmotik bergantung pada hidrostatik atau
tekanan angina dalam air (Campbell,1983).
Water potensial adalah
potensial kimia air dalam suatu system atau bagian system.Dinyatakan dalam
satuan tekanan dan dibandingkan dengan potensial kimia air murni (juga dalam
satuan tekanan) pada tekanan atmosfer dan pada suhu serta ketinggian yangsama
potensial murni ditentukan sama dengan nol. Faktor-faktor penghasil gradient
yaitukonsentrasi atau aktifitas, suhu, tekanan, efek larutan terhadap potensial
kimia pelarut,matriks. Mengukur metode air dengan metode volume jaringan,
metode chordate, metodetekanan uap (Salisbury, 1995).
Hubungan antar water
potensial adalah dengan melibatkan peristiwa osmosis karena osmosis merupakan
peristiwa difusi dimana antara 2 tempat tersedianya difusi dipisahkan oleh
membrane atau selaput. Maka dapat diartikan bahwa dinding sel atau membrane
protoplasma adalah merupakan membrane pembatas antara zat yang berdifusi karena
pada umumnya sel tumbuh-tumbuhan tinggi mempunyai dinding sel maka sebagian besar
proses fitokimia dalam tumbuh-tumbuhan adalah merupakan proses osmose (Heddy,
1987).
Pada fisiologi tanaman
adalah hal biasa untuk menunjukkan energi bebas yang dikandung di dalam air
dalam bentuk potensial air (ψ). Definisi dari potensial air adalahenergi per
unit volume air, potensial air berbanding lurus dengan suhunya (Fitter,1981).
Potensial osmotic
merupakan potensial kimia yang disebabkan adanya materi yangterlrut. Potensial
osmotic selalu memiliki nilai negative, hal ini disebabkan karenacenderung
bergerak menyebrangi membrane semi permeable dari air murni menuju air yang
mengandung zat terlarut (Lambers, 1998).
Besar jumlah potensial
air pada tumbuhan dipengaruhi oelah 4 macam komponen potensial, yaitu
gravitasi, matriks, osmotic dan tekanan. Potensial gravitasi bergantung pada
air didalam daerah gravitasi . potensial matriks bergantung pada kekuatan
mengikatair saat penyerapan. Potensial osmotic bergantung pada hidrostatik atau
tekanan anginadalam air (Deragon, 2005).
III. BAHAN DAN METODE
PERCOBAAN
A.
Tempat dan Waktu Percobaan
Praktikum
Fisiologi Tumbuhan tentang Jaringan Pengangkut Air yang dilaksanakan di
Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala.
Pada hari Rabu, 20 Maret 2019, pukul 08.00 WIB.
B.
Bahan dan Alat Percobaan
Bahan Tanaman : Buah kentang ( Solanum Tuberosum )
Bahan Tanaman : Buah kentang ( Solanum Tuberosum )
Bahan Kimia : Larutan
Sukrosa
Alat - alat : Tabung reaksi, bubuk methyl blue, pipet tetes.
Alat - alat : Tabung reaksi, bubuk methyl blue, pipet tetes.
C.
Metode Kerja
1. Instruktur menyediakan larutan sukrosa dengan konsentrasi 1 M.
2. Dibuat 2 seri larutan dalam tabung-tabung reaksi yang
telah disediakan masing-masing : 0,05; 0,10; 0,15; 0,20; 0,25; 0,30; 0,35;
0,40; 0,45; 0,50 M sebanayak 20 ml. Diberi label pada setiap tabung sesuai
dengan konsentrasinya.
3. Diambil sedikit bubuk methyl blue ( secukupnya saja untuk
memberi warna) dan dimasukkan ke dalam seri 1 larutan sukrosa (10 tingkat
konsentrasi) campur hingga rata.
4. Dibuatlah potongan-potongan dari umbi yang tersedia.
Dihindari evaporasi dari potongan-potongan umbi ini. Dimasukkan potongan umbi
sebanyak 4-5 cm sebanyak 4-5 cm sebanyak 3 potong kedalam masing-masing larutan dalam tabung yang telah
diwarnai. Ditutup dengan kertas aluminium dan biarkan selama 2 jam.
5. Diambil larutan berwarna dari masing-masing konsentrasi
yang berisi potongan umbi. Dengan ekstra hati-hati dan pelan-pelan, dimasukkan
ujung hingga bagian tengah larutan kontrol sesuai dengan tingkat
konsentrasinya. Dilepaskan 1 tetes larutan berwarna tersebut.
6. Diamati larutan control mana yang tetes warnanya tidak bergeser ke atas atau ke
bawah, berarti water potensinya sama dengan sampel anda. Dikonversikan nilai
konsentrasi larutan kontrol dengan nilai water potensial sukrosa dalam tabel
yang disediakan berdasarkan A.
IV. HASIL DAN
PEMBAHASAN
A.
Hasil Pengamatan
Tabel 1. Hasil Pengamatan Percobaan
Estimasi Water Potensial dengan Metode Shardakov
Konsentrasi Sukrosa
(M)
|
Pergerakan Larutan
yang Diuji dalam Larutan Kontrol
|
0,05
|
Turun
|
0,10
|
Naik
|
0,15
|
Naik
|
0,20
|
Naik
Lebih Cepat
|
0,25
|
Naik
|
0,30
|
Naik
|
0,35
|
Naik
|
0,40
|
Naik
|
0,45
|
Naik
|
0,50
|
Naik
|
B.
Pembahasan
Berdasarkan
hasil pengamatan pada praktikum ini, dapat diketahui bahwa terjadi perubahan
kentang yang di rendam pada larutan sukrosa. Peningkatan kentang terjadi pada
rendaman larutan sukrosa dengan molaritas 0,10 M. Peningkatan ini disebabkan
oleh masuknya air di dalam larutan sukrosa ke dalam sel kentang dengan cara
osmosis. Proses osmosis akan berhenti ketika telah terjadi kesetimbangan antara
potensial air sel tumbuhan dengan potensial air larutan., bahwa pada larutan
sukrosa pada konsentrasi 0,20 M menyebabkan pertambahan naik lebih cepat
pergerakan yang diuji dalam larutan kontrol. Hal tersebut menunjukkan bahwa
pada konsentrasi 0,20 M, kesetimbangan potensial air antara sel tumbuhan dan
larutan sukrosa telah tercapai, dan transport air netto berhenti. sedangkan
penurunan kentang terjadi pada rendaman larutan sukrosa dengan molaritas 0,25
M. Untuk potensial air sel kentang sendiri, dengan semakin meningkatnya
molaritas larutan sukrosa maka semakin negatif pula nilai potensial air sel
kentang tersebut.
Peningkatan pada kentang terjadi disebabkan oleh masuknya air di dalam larutan sukrosa ke dalam sel kentang dengan cara osmosis. Namun, perendaman kentang dengan larutan sukrosa tidak selalu meningkatkan bobotnya. Bobot kentang yang telah mengalami perendaman dapat menjadi lebih kecil daripada bobot kentang semula. Hal ini juga disebabkan oleh keluarnya air dari sel kentang secara osmosis pula. Keluarnya air ini disebabkan oleh larutan sukrosa tersebut memiliki potensial air yang lebih negatif daripada potensial air sel, sehingga air akan berpindah dari dalam sel ke larutan sukrosa. Air meninggalkan sel, dan volume sel mengecil. Potensial air sel akan terus menurun sehingga mencapai kesetimbangandengan potensial air larutan sukrosa.
Kentang bersifat hipotonik dan gula bersifat hipertonik maka air yang berada pada kentang bergerak keluar sehingga kadar air pada kentang berkurang dan semakin besar zat terlarut yang diserap oleh umbi kentang, makin besar air yang keluar dari umbi kentang tersebut. Dan jika hal tersebut terjadi pada tanaman yang masih aktif bertumbuh, maka tanaman bisa mengalami cekaman akibat terganggunya proses absorbsi air. Ini terjadi karena banyaknya zat terlarut di dalam sel atau jaringan tumbuhan akan meningkatkan nilai potensial osmotik dari tumbuhan itusendiri,dan menurunkan nilai potensial airnya.Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan bobot kentang setelah perendaman menjadi berkurang, selain perbedaan potensial air yang telah dijelaskan di atas.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
A.
KESIMPULAN
Adapun
kesimpulan pada percobaan ini adalah:
1. Apabila potensial air di dalam jaringan
kentang lebih tinggi dari potensial larutan perendamnya maka air akan keluar
dari jaringan kentang ke larutan perendamnya.
2. Apabila potensial air di dalam jaringan
kentang lebih rendah dari potensial larutan perendamnya maka air akan masuk
dari larutan perendam kedalam jaringan kentang.
3. Penggunaan methylen blue bertujuan untuk
memudahkan dalam pengamatan terhadap gerakan larutan kontrol yang dimasukkan ke
dalam larutan yang di uji.
4. Apabila larutan kontrol mengapung
dipermukaan di larutn perendam maka densitas larutan perendam lebih rendah
dibandingkan larutan kontrol.
5. Apabila larutan kontrol tenggelam
berarti larutan perendam densitasnya lebih tinggi dibandingkan larutan kontrol.
B. SARAN
Adapun
saran ada percobaan ini yaitu agar mendapatkan hasil yang maksimal seperti yang
di harapkan , Sebaiknya kita harus teliti dan meningkatkan kerjasama antar
anggota kelompok.
DAFTAR
PUSTAKA
Campbell, John W. 1983. Biologi Edisi 5. Airlangga:
Bogor
Deragon.2005. Biologi Pertanian. Rajawali Press: Jakarta
Fitter.1981. Fisiologi Lingkungan Tanaman.UGM Press: Yogyakarta
Heddy.1987. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia: Jakarta
Lambers.1998. Analisis Pertumbuhan Tanaman.UGM Press: Yogyakarta
LAMPIRAN
Gambar 1. Pencampuran larutan dengan methyl blue
Gambar 2.
Pemasukan larutan sukrosa
Gambar 3. Larutan yang sudah dicampur
Gambar 4. Larutan dimasukkan umbi kentang
Gambar 5. Pemasukan kentang ke larutan sukrosa
Gambar 6. Pemasukan larutan ke dalam tabung







Tidak ada komentar:
Posting Komentar