Laporan
Praktikum Fisiologi Tumbuhan
PENGUKURAN
TRANSPIRASI TANAMAN
Hari/Jam : Rabu/08.00-9.45 WIB
Asisten :
Juli Astri
Oleh
:
KELOMPOK
6
NAMA NIM
1. Fahrur
Rozi Pasi 1805108010029
2. Reva
Fazira 1805108010045
3. Safriadi 1805108010033
4. Sarah
Nadia 1805108010056

LABORATORIUM FISIOLOGI TUMBUHAN
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS
SYIAH KUALA
DARUSSALAM BANDA ACEH
2019
I. PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Transpirasi pada
hakikatnya adalah penguapan. Transpirasi adalah proses hilangnya air dalam
bentuk uap air dari jaringan hidup tanaman yang terletak di atas permukaan
tanah melewati stomata, lubang kutikula, dan lentisel. Transpirasi merupakan
pengeluaran berupa uap H2O dan CO2, terjadi siang hari saat panas, melaui
stomata (mulut daun) dan lentisel (celah batang). Transpirasi berlangsung
melalui bagian tumbuhan yang berhubungan dengan udara luar, yaitu melalui
pori-pori daun seperti stomata, lubang kutikula, dan lentisel oleh proses
fisiologi tanaman.
Transpirasi
dalam tanaman atau terlepasnya air melalui kutikula hanya 5-10% dari jumlah air
yang ditranspirasikan. Air sebagian besar menguap melalui stomata, sekitar 80%
air ditranspirasikan berjalan melewati stomata, sehingga jumlah dan bentuk
stomata sangat mempengaruhi laju transpirasi. Selain itu transpirasi juga
terjadi melalui luka dan jaringan epidermis pada daun, batang, cabang, ranting,
bunga, buah dan akar.
Tidak semua tumbuhan mengalami proses transpirasi. Sedangkan pada tumbuhan yang mengalami proses ini, transpirasi terkadang terjadi secara berlebihan sehingga mengakibatkan tumbuhan kehilangan banyak air dan lama kelamaan layu sebelum akhirnya mati.
Tidak semua tumbuhan mengalami proses transpirasi. Sedangkan pada tumbuhan yang mengalami proses ini, transpirasi terkadang terjadi secara berlebihan sehingga mengakibatkan tumbuhan kehilangan banyak air dan lama kelamaan layu sebelum akhirnya mati.
Ada
tiga tipe transpirasi,yaitu : transpirasi kutikula,transpirasi stomata dan
transpirasi lentikuler. Kegiatan transpirasi terpengaruh oleh banyak faktor
baik faktor-faktor dalam maupun faktor-faktor luar, Antara lain faktor dalam:
besar kecilnya daun, tebal tipisnya daun, berlapiskan lilin atau tidaknya
permukaan daun, banyak sedikitnya bulu di permukaan daun, banyak sedikitnya
stomata, bentuk dan lokasi stomata.
Faktor luar: sinar matahari, temperatur, keembaban udara, angin dan keadaan air
di dalam tanah.
Pengukuran
laju transpirasi tidaklah terlalu mudah dilakukan. Kesulitan utamanya adalah
karena semua cara pengukuran traspirasi mengharuskan penempatan suatu tumbuhan
dalam berbagai kondisi yang mempengaruhi laju transpirasi. Ada beerapa cara
laboratorium untuk menaksir laju transpirasi yaitu: Metode kertas korbal klorida, Pada dasarnya
cara ini adalah pengukuran uap air yang hilang ke udara yang diganti dengan
pengukuran uap air yang hilang ke dalam kertas kobal klorida kering. Kertas ini
berwarna biru cerah dan tetapi menjadi biru pucat dan kemudian berubah menjadi
merah jambu bila menyerap air. Sehelai kecil kertas biru cerah ditempelkan pada
permukaan daun dan ditutup dengan gelas preparat. Demikian juga bagian bawah
daun. Waktu yang diperlukan untuk mengubah warna biru kertas menjadi merah
jambu dijadikan ukuran laju kehilangan air dari bagian daun yang ditutup
kertas. Metode potometer, Alat ini mengukur pengambilan air oleh sebuah
potongan pucuk, dengan asumsi bahwa bila air tersedia dengan bebas untuk
tumbuhan, jumlah air yang diambil sama dengan jumlah air yang dikeluarkan oleh
transpirasi.
B.
Tujuan Praktikum
Adapun tujuan
dari percobaan praktikum ini adalah untuk menetapkan atau mengukur transpirsi
pada tanaman.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Transpirasi adalah hilangnya air dari tubuh-tumbuhan dalam bentuk
uap melalui stomata, kutikula atau lentisel. Ada dua tipe transpirasi,
yaitu (1) transpirasi kutikula adalah evaporasi air yang terjadi secara
langsung melalui kutikula epidermis; dan (2) transpirasi stomata, yang dalam
hal ini kehilangan air berlangsung melalui stomata. Kutikula daun secara
relatif tidak tembus air, dan pada sebagian besar jenis tumbuhan transpirasi
kutikula hanya sebesar 10 persen atau kurang dari jumlah air yang hilang
melalui daun-daun. Oleh karena itu, sebagian besar air yang hilang melalui
daun-daun (Wilkins, 1989).
Kecepatan transpirasi berbeda-beda tergantung kepada jenis
tumbuhannya. Bermacam cara untuk mengukur besarnya transpirasi, misalnya dengan
menggunakan metode penimbangan. Sehelai daun segar atau bahkan seluruh tumbuhan
beserta potnya ditimbang. Setelah beberapa waktu yang ditentukan, ditimbang
lagi. Selisih berat antara kedua penimbangan merupakan angka penunjuk besarnya
transpirasi. Metode penimbangan dapat pula ditujukan kepada air yang terlepas,
yaitu dengan cara menangkap uap air yang terlepas dengan dengan zat higroskopik
yang telah diketahui beratnya. Penambahan berat merupakan angka penunjuk
besarnya transpirasi (Tjitrosoepomo, 1998).
Proses transpirasi ini selain mengakibatkan penarikan air melawan
gaya gravitasi bumi, juga dapat mendinginkan tanaman yang terus menerus berada
di bawah sinar matahari. Mereka tidak akan mudah mati karena terbakar oleh
teriknya panas matahari karena melalui proses transpirasi, terjadi penguapan
air dan penguapan akan membantu menurunkan suhu tanaman. Selain itu, melalui
proses transpirasi, tanaman juga akan terus mendapatkan air yang cukup untuk
melakukan fotosintesis agar kelangsungan hidup tanaman dapat terus terjamin
(Sitompul, 1995).
Transpirasi juga merupakan proses yang membahayakan kehidupan
tumbuhan, karena kalau transpirasi melampaui penyerapan oleh akar, tumbuhan
dapat kekurangan air. Bila kandungan air melampaui batas minimum dapat
menyebabkan kematian. Transpirasi yang besar juga memaksa tumbuhan mengedakan
penyerapan banyak, untuk itu diperlukan energi yang tidak
sedikit. Kegiatan transpirasi dipengaruhi oleh banyak faktor baik faktor
dalam maupun faktor luar. Yang terhitung sebagaio faktor dalam adalah
besar kecilnya daun, tebal tipisnya daun, berlapis lilin atau tidaknya
stomata. Hala-hal ini semua mempengaruhi kegiatan trasnpirasi pada tumbuhan
(Salisbury, 1992).
Kegiatan transpirasi secara langsung oleh tanaman dipandang lansung
sebagai pertukan karbon dan dalam hal ini transpirasi sangat penting untuk
pertumbuhan tanaman yang sedaang tumbuh menentukan banyak air jauh lebih banyak
daripada jumlah terhadap tanaman itu sendiri kecepatan hilangnya air tergantung
sebagian besar pada suhu kelembapan relatif dengan gerakan
udara. Pengangkutan garam-garam mineral dari akar ke daun terutama oleh
xylem dan secepatnya mempengaruhi oleh kegiatan transpirasi. Transpirasi pada
hakikatnya sama dengan penguapan, akan tetapi istilah penguapan tidak digunakan
pada makhluk hidup. Sebenarnya seluruh bagian tanaman mengadakan transpirasi
karena dengan adanya transpirasi terjadi hilangnya molekul sebagian besar
adalah lewat daun hal ini disebabkan luasnya permukaan daun dan
karena daun-daun itu lebih terkena udara dari pada bagian lain dari suatu
tanaman (Lakitan, 2007).
III. BAHAN DAN METODE PERCOBAAN
A. Tempat dan Waktu
Percobaan
Praktikum
Fisiologi Tumbuhan tentang Jaringan Pengangkut Air yang dilaksanakan di
Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala.
Pada hari Rabu, 20 Maret 2019, pukul 08.00 WIB.
B. Bahan dan Alat
Percobaan
Bahan Tanaman : Tanaman Cabai (Capsicum frustescens)
Bahan Tanaman : Tanaman Cabai (Capsicum frustescens)
Alat - alat : Kantong plastik, karet gelang timbangan, kipas angin,
leaf area meter.
C. Metode Kerja
1. Dibungkus pot
dengan kantong plastik yang diikat dengan karet gelang pada tanaman cabai.
2. Ditimbang
berat total tanaman dan pot.
3. Diletakkan
tanaman pada tempat yang terkena cahaya matahari penuh untuk meringankan laju
transpirasi.
4. Ditimbang
tanaman berulang-ulang dengan interval waktu 30 menit,60 menit, 90 menit, dan
24 jam.
5. Pada
akhir percobaan diukur luas daun dengan alat leaf area meter.
6. Dihitung
air yang hilang persatuan waktu (mg/cm₂/det) atau (mg/cm₂/jam).
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
Pengukuran Transpirasi Tanaman Per Unit
Luas Daun
|
Interval
Waktu Penimbangan
|
Berat
Tanaman
|
|
|
1
|
2
|
|
|
0
Menit
|
700
gr
|
750
gr
|
|
30
Menit
|
750
gr
|
750
gr
|
|
60
Menit
|
750
gr
|
800
gr
|
|
90
Menit
|
800
gr
|
800
gr
|
|
120
Menit
|
-
|
-
|
|
24
Jam
|
700
gr
|
600
gr
|
|
Sampel
Tanaman
|
Luas
Daun
|
|
1
|
64,
2
|
|
2
|
70,2
|
Rumus :
Keterangan :
B = Berat daun
C = Luas kertas
D = Berat kertas
A = Luas daun
0,21
0,21
= 64, 2
Tanaman
2 : 
0,21
0,21
A
= 70,2
B. Pembahasan
Pada pengamatan
laju transpirasi pada tanaman cabai, hasil yang diperoleh pada penimbangan awal
selama 30 menit pertama yaitu pada tanaman 1 dan 2 sebesar 750 gram. Pada penimbangan 60 menit hasil yang diperoleh
pada tanaman 1 yaitu 750 gram dan pada tanaman ke-2 yaitu 800 gram.
Penimbangan pada waktu 90 menit hasil yang diperoleh pada tanaman 1 dan 2 yaitu
sebesar 800 gram. Dan pada
penimbangan 24 jam terakhir diperoleh pada tanaman 1 yaitu sebesar 700 gram dan
pada tanaman ke-2 yaitu 600 gram. Serta pada sampel tanaman 1 diperoleh luas
daun sebesar 64,2 dan pada sampel tanaman 2 yaitu 70,2.
Praktikum transpirasi ini
bertujuan untuk mengukur laju transpirasi melalui daun tanaman dengan metode
penimbangan. Metode tersebut digunakan karena dianggap paling efektif dan
memungkinkan dilakukan untuk tanaman yang kecil dan cukup menggunakan kantong
plastik, sehingga pengukuran laju transpirasi dapat dilakukan pada skala
laboratorium.
Proses keluarnya atau hilangnya air dari
tubuh tumbuhan dapat berbentuk gas ke udara disekitar tumbuhan dinamakan
transpirasi. Transpirasi dapat diartikan sebagai proses kehilangan
air dalam bentuk uap tumbuhan melalui stomata, kemungkunan kehilangan air dari
jaringan tanaman melalui bagian tanaman yang lain dapat saja terjadi, tetapi
porsi kehilangan tersebut sangat kecil dibandingkan dengan yang hilang melalui
stomata.
Walaupun beberapa jenis tumbuhan dapat hidup
tanpa melakukan transpirasi, tetapi jika transpirasi berlangsung pada tumbuhan
agaknya dapat memberikan beberapa keuntungan bagi tumbuhan tersebut misalnya
dalam mempercepat laju pengangkutan unsur hara melalui pembukus xylem, menjaga
turgiditas sel tumbuhan agar tetap pada konstan, sebagai salah satu cara untuk
menjaga stabilitas suhu.
Laju transpirasi dipengaruhi oleh ukuran
tumbuhan, kadar CO2, cahaya, suhu, aliran udara, kelembaban, dan
tersedianya air tanah. Faktor-faktor ini mempengaruhi perilaku stoma yang
membuka dan menutupnya dikontrol oleh perubahan tekanan turgor sel penjaga yang
berkorelasi dengan kadar ion kalium (K+) di dalamnya. Selama stoma
terbuka, terjadi pertukaran gas antara daun dengan atmosfer dan air akan hilang
ke dalam atmosfer. Untuk mengukur laju transpirasi tersebut dapat digunakan
potometer. Sebagian besar transpirasi berlangsung melalui stomata sedang
melalui kutikula daun dalam jumlah yang lebih sedikit. Transpirasi terjadi pada
saat tumbuhan membuka stomatanya untuk mengambi karbon dioksida dari udara
untuk berfotosintesis.
V.
KESIMPULAN DAN SARAN
A.Kesimpulan
Adapun kesimpulan pada
percobaan ini adalah:
1.
Pengukuran laju transpirasi
dapat dilakukan dengan metode penimbangan.
2.
Sampel yang diletakkan
diluar lebih banyak terjadi transpirasi, hal ini dapat dilihat pada pengurangan
air ketika tanaman dibiarkan selama 24 jam diluar ruangan .
3.
Pada tempat terang
pengurangan air lebih banyak dibandingka tempat gelap.
4.
Proses transpirasi banyak
dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, suhu, kelembababn , sinar
matahari dan sebagainya (faktor luar) serta ukuran daun, bentuk stomata, dll
(faktor dalam).
5.
Laju
transpirasi pada tanaman yang terkena sinar matahari langsung berbeda dengan laju
transpirasi pada tanaman yang tidak terkena sinar matahari langsung, meskipun
jenis tanaman, jumlah daun dan media yang di gunakan sama.
B. Saran
Diharapkan kepada para praktikan
kiranya dapat mematuhi semua peraturan yang berlaku selama dalam ruangan,
dan serius dalam mengikuti praktikum
agar apa yang telah di praktekan dapat dipahami dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Lakitan, B. 2007. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Raja
Grafindo Persada. Jakarta.
Salisbury, dan Ross. 1992. Fisiologi Tumbuhan. ITB
Press. Bandung.
Sitompul, S. M. dan Guritno. B. 1995. Pertumbuhan Tanaman.
UGM Press. Yogyakarta.
Tjitrosoepomo, H.S. 1998. Botani Umum. UGM Press.
Yogyakarta.
Wilkins, M. B. 1989. Fisologi Tanaman. Bumi Aksara. Jakarta.
LAMPIRAN

Gambar 1. Pembungkusan
tanaman. Gambar 2.
Penamaan tanaman.

Gambar 3. Penimbangan tanaman
1. Gambar 4. Penimbangan
tanaman 2.

Gambar 5. Pengipasan tanaman. Gambar 6. Penimbangan
tabel tanaman.

Ganbar
7. Penimbangan gambar daun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar