Minggu, 31 Maret 2019

Pengukuran Transpirasi Tanaman


Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan

PENGUKURAN TRANSPIRASI TANAMAN

Hari/Jam  : Rabu/08.00-9.45 WIB
Asisten     : Juli Astri

Oleh :
KELOMPOK 6
NAMA                                                NIM
1.      Fahrur Rozi Pasi                            1805108010029
2.      Reva Fazira                                   1805108010045
3.      Safriadi                                         1805108010033
4.      Sarah Nadia                                  1805108010056













LABORATORIUM FISIOLOGI TUMBUHAN
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM BANDA ACEH
2019
I. PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
            Transpirasi pada hakikatnya adalah penguapan. Transpirasi adalah proses hilangnya air dalam bentuk uap air dari jaringan hidup tanaman yang terletak di atas permukaan tanah melewati stomata, lubang kutikula, dan lentisel. Transpirasi merupakan pengeluaran berupa uap H2O dan CO2, terjadi siang hari saat panas, melaui stomata (mulut daun) dan lentisel (celah batang). Transpirasi berlangsung melalui bagian tumbuhan yang berhubungan dengan udara luar, yaitu melalui pori-pori daun seperti stomata, lubang kutikula, dan lentisel oleh proses fisiologi tanaman.
Transpirasi dalam tanaman atau terlepasnya air melalui kutikula hanya 5-10% dari jumlah air yang ditranspirasikan. Air sebagian besar menguap melalui stomata, sekitar 80% air ditranspirasikan berjalan melewati stomata, sehingga jumlah dan bentuk stomata sangat mempengaruhi laju transpirasi. Selain itu transpirasi juga terjadi melalui luka dan jaringan epidermis pada daun, batang, cabang, ranting, bunga, buah dan akar.
Tidak semua tumbuhan mengalami proses transpirasi. Sedangkan pada tumbuhan yang mengalami proses ini, transpirasi terkadang terjadi secara berlebihan sehingga mengakibatkan tumbuhan kehilangan banyak air dan lama kelamaan layu sebelum akhirnya mati.
Ada tiga tipe transpirasi,yaitu : transpirasi kutikula,transpirasi stomata dan transpirasi lentikuler. Kegiatan transpirasi terpengaruh oleh banyak faktor baik faktor-faktor dalam maupun faktor-faktor luar, Antara lain faktor dalam: besar kecilnya daun, tebal tipisnya daun, berlapiskan lilin atau tidaknya permukaan daun, banyak sedikitnya bulu di permukaan daun, banyak sedikitnya stomata,  bentuk dan lokasi stomata. Faktor luar: sinar matahari, temperatur, keembaban udara, angin dan keadaan air di dalam tanah.
Pengukuran laju transpirasi tidaklah terlalu mudah dilakukan. Kesulitan utamanya adalah karena semua cara pengukuran traspirasi mengharuskan penempatan suatu tumbuhan dalam berbagai kondisi yang mempengaruhi laju transpirasi. Ada beerapa cara laboratorium untuk menaksir laju transpirasi yaitu:  Metode kertas korbal klorida, Pada dasarnya cara ini adalah pengukuran uap air yang hilang ke udara yang diganti dengan pengukuran uap air yang hilang ke dalam kertas kobal klorida kering. Kertas ini berwarna biru cerah dan tetapi menjadi biru pucat dan kemudian berubah menjadi merah jambu bila menyerap air. Sehelai kecil kertas biru cerah ditempelkan pada permukaan daun dan ditutup dengan gelas preparat. Demikian juga bagian bawah daun. Waktu yang diperlukan untuk mengubah warna biru kertas menjadi merah jambu dijadikan ukuran laju kehilangan air dari bagian daun yang ditutup kertas. Metode potometer, Alat ini mengukur pengambilan air oleh sebuah potongan pucuk, dengan asumsi bahwa bila air tersedia dengan bebas untuk tumbuhan, jumlah air yang diambil sama dengan jumlah air yang dikeluarkan oleh transpirasi.


B. Tujuan Praktikum
            Adapun tujuan dari percobaan praktikum ini adalah untuk menetapkan atau mengukur transpirsi pada tanaman.


II. TINJAUAN PUSTAKA

Transpirasi adalah hilangnya air dari tubuh-tumbuhan dalam bentuk uap melalui stomata, kutikula atau lentisel. Ada dua tipe transpirasi, yaitu (1) transpirasi kutikula adalah evaporasi air yang terjadi secara langsung melalui kutikula epidermis; dan (2) transpirasi stomata, yang dalam hal ini kehilangan air berlangsung melalui stomata. Kutikula daun secara relatif tidak tembus air, dan pada sebagian besar jenis tumbuhan transpirasi kutikula hanya sebesar 10 persen atau kurang dari jumlah air yang hilang melalui daun-daun. Oleh karena itu, sebagian besar air yang hilang melalui daun-daun (Wilkins, 1989).
Kecepatan transpirasi berbeda-beda tergantung kepada jenis tumbuhannya. Bermacam cara untuk mengukur besarnya transpirasi, misalnya dengan menggunakan metode penimbangan. Sehelai daun segar atau bahkan seluruh tumbuhan beserta potnya ditimbang. Setelah beberapa waktu yang ditentukan, ditimbang lagi. Selisih berat antara kedua penimbangan merupakan angka penunjuk besarnya transpirasi. Metode penimbangan dapat pula ditujukan kepada air yang terlepas, yaitu dengan cara menangkap uap air yang terlepas dengan dengan zat higroskopik yang telah diketahui beratnya. Penambahan berat merupakan angka penunjuk besarnya transpirasi (Tjitrosoepomo, 1998).
Proses transpirasi ini selain mengakibatkan penarikan air melawan gaya gravitasi bumi, juga dapat mendinginkan tanaman yang terus menerus berada di bawah sinar matahari. Mereka tidak akan mudah mati karena terbakar oleh teriknya panas matahari karena melalui proses transpirasi, terjadi penguapan air dan penguapan akan membantu menurunkan suhu tanaman. Selain itu, melalui proses transpirasi, tanaman juga akan terus mendapatkan air yang cukup untuk melakukan fotosintesis agar kelangsungan hidup tanaman dapat terus terjamin (Sitompul, 1995).
Transpirasi juga merupakan proses yang membahayakan kehidupan tumbuhan, karena kalau transpirasi melampaui penyerapan oleh akar, tumbuhan dapat kekurangan air. Bila kandungan air melampaui batas minimum dapat menyebabkan kematian. Transpirasi yang besar juga memaksa tumbuhan mengedakan penyerapan banyak, untuk itu diperlukan energi yang tidak sedikit. Kegiatan transpirasi dipengaruhi oleh banyak faktor baik faktor dalam maupun faktor luar. Yang terhitung sebagaio faktor dalam adalah besar  kecilnya daun, tebal tipisnya daun, berlapis lilin atau tidaknya stomata. Hala-hal ini semua mempengaruhi kegiatan trasnpirasi pada tumbuhan (Salisbury, 1992).
Kegiatan transpirasi secara langsung oleh tanaman dipandang lansung sebagai pertukan karbon dan dalam hal ini transpirasi sangat penting untuk pertumbuhan tanaman yang sedaang tumbuh menentukan banyak air jauh lebih banyak daripada jumlah terhadap tanaman itu sendiri kecepatan hilangnya air tergantung sebagian besar  pada  suhu kelembapan relatif  dengan gerakan udara. Pengangkutan garam-garam mineral dari akar ke daun terutama oleh xylem dan secepatnya mempengaruhi oleh kegiatan transpirasi. Transpirasi pada hakikatnya sama dengan penguapan, akan tetapi istilah penguapan tidak digunakan pada makhluk hidup. Sebenarnya seluruh  bagian tanaman mengadakan transpirasi karena dengan adanya transpirasi terjadi  hilangnya molekul sebagian besar adalah  lewat daun hal ini disebabkan luasnya permukaan daun  dan karena daun-daun itu lebih terkena udara dari pada bagian lain dari  suatu tanaman (Lakitan, 2007).











III. BAHAN DAN METODE PERCOBAAN

A.  Tempat dan Waktu Percobaan
Praktikum Fisiologi Tumbuhan tentang Jaringan Pengangkut Air yang dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Pada hari Rabu, 20 Maret 2019, pukul 08.00 WIB.

B.  Bahan dan Alat Percobaan
Bahan Tanaman : Tanaman Cabai (Capsicum frustescens)
Alat - alat           : Kantong plastik, karet gelang timbangan, kipas angin, leaf area meter.

C.  Metode Kerja
1.    Dibungkus pot dengan kantong plastik yang diikat dengan karet gelang pada tanaman cabai.
2.    Ditimbang berat total tanaman dan pot.
3.    Diletakkan tanaman pada tempat yang terkena cahaya matahari penuh untuk meringankan laju transpirasi.
4.    Ditimbang tanaman berulang-ulang dengan interval waktu 30 menit,60 menit, 90 menit, dan 24 jam.
5.    Pada akhir percobaan diukur luas daun dengan alat leaf area meter.
6.    Dihitung air yang hilang persatuan waktu (mg/cm₂/det) atau (mg/cm₂/jam).







IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A.  Hasil Pengamatan
Pengukuran Transpirasi Tanaman Per Unit Luas Daun

Interval Waktu Penimbangan
Berat Tanaman
1
2
0 Menit
700 gr
750 gr
30 Menit
750 gr
750 gr
60 Menit
750 gr
800 gr
90 Menit
800 gr
800 gr
120 Menit
-
-
24 Jam
700 gr
600 gr

Sampel Tanaman
Luas Daun
1
64, 2
2
70,2

Text Box: A=BC/D
BC
D
Rumus :         


Keterangan :
B = Berat daun
C = Luas kertas
D = Berat kertas
A = Luas daun

Tanaman 1 : A
    =  0,54 x 25
            0,21
    = 13,5
       0,21
    = 64, 2
Tanaman 2 :       
    =  0,59 x 25
            0,21
    = 14,75
       0,21

A = 70,2    

B.  Pembahasan
 Pada pengamatan laju transpirasi pada tanaman cabai, hasil yang diperoleh pada penimbangan awal selama 30 menit pertama yaitu pada tanaman 1 dan 2 sebesar 750 gram. Pada  penimbangan 60 menit hasil yang diperoleh pada tanaman 1 yaitu 750 gram  dan pada tanaman ke-2 yaitu 800 gram. Penimbangan pada waktu 90 menit hasil yang diperoleh pada tanaman 1 dan 2 yaitu sebesar  800 gram.  Dan pada penimbangan 24 jam terakhir diperoleh pada tanaman 1 yaitu sebesar 700 gram dan pada tanaman ke-2 yaitu 600 gram. Serta pada sampel tanaman 1 diperoleh luas daun sebesar 64,2 dan pada sampel tanaman 2 yaitu 70,2.
Praktikum transpirasi ini bertujuan untuk mengukur laju transpirasi melalui daun tanaman dengan metode penimbangan. Metode tersebut digunakan karena dianggap paling efektif dan memungkinkan dilakukan untuk tanaman yang kecil dan cukup menggunakan kantong plastik, sehingga pengukuran laju transpirasi dapat dilakukan pada skala laboratorium.
 Proses keluarnya atau hilangnya air dari tubuh tumbuhan dapat berbentuk gas ke udara disekitar tumbuhan dinamakan transpirasi.   Transpirasi dapat diartikan sebagai proses kehilangan air dalam bentuk uap tumbuhan melalui stomata, kemungkunan kehilangan air dari jaringan tanaman melalui bagian tanaman yang lain dapat saja terjadi, tetapi porsi kehilangan tersebut sangat kecil dibandingkan dengan yang hilang melalui stomata.
Walaupun beberapa jenis tumbuhan dapat hidup tanpa melakukan transpirasi, tetapi jika transpirasi berlangsung pada tumbuhan agaknya dapat memberikan beberapa keuntungan bagi tumbuhan tersebut misalnya dalam mempercepat laju pengangkutan unsur hara melalui pembukus xylem, menjaga turgiditas sel tumbuhan agar tetap pada konstan, sebagai salah satu cara untuk menjaga stabilitas suhu.
Laju transpirasi dipengaruhi oleh ukuran tumbuhan, kadar CO2, cahaya, suhu, aliran udara, kelembaban, dan tersedianya air tanah.  Faktor-faktor ini mempengaruhi perilaku stoma yang membuka dan menutupnya dikontrol oleh perubahan tekanan turgor sel penjaga yang berkorelasi dengan kadar ion kalium (K+) di dalamnya. Selama stoma terbuka, terjadi pertukaran gas antara daun dengan atmosfer dan air akan hilang ke dalam atmosfer.  Untuk mengukur laju transpirasi tersebut dapat digunakan potometer. Sebagian besar transpirasi berlangsung melalui stomata sedang melalui kutikula daun dalam jumlah yang lebih sedikit. Transpirasi terjadi pada saat tumbuhan membuka stomatanya untuk mengambi karbon dioksida dari udara untuk berfotosintesis.











V. KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan
Adapun kesimpulan pada percobaan ini adalah:
1.      Pengukuran laju transpirasi dapat dilakukan dengan metode penimbangan.
2.      Sampel yang diletakkan diluar lebih banyak terjadi transpirasi, hal ini dapat dilihat pada pengurangan air ketika tanaman dibiarkan selama 24 jam diluar ruangan .
3.      Pada tempat terang pengurangan air lebih banyak dibandingka tempat gelap.
4.      Proses transpirasi banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, suhu, kelembababn , sinar matahari dan sebagainya (faktor luar) serta ukuran daun, bentuk stomata, dll (faktor dalam).
5.      Laju transpirasi pada tanaman yang terkena sinar matahari langsung berbeda dengan laju transpirasi pada tanaman yang tidak terkena sinar matahari langsung, meskipun jenis tanaman, jumlah daun dan media yang di gunakan sama.

B. Saran
Diharapkan kepada para praktikan kiranya dapat mematuhi semua peraturan yang berlaku selama  dalam  ruangan, dan  serius dalam mengikuti praktikum agar apa yang telah di praktekan dapat dipahami dengan baik.













DAFTAR PUSTAKA

Lakitan, B. 2007. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Salisbury, dan Ross. 1992. Fisiologi Tumbuhan. ITB Press. Bandung.

Sitompul, S. M. dan Guritno. B. 1995. Pertumbuhan Tanaman. UGM Press. Yogyakarta.

Tjitrosoepomo, H.S. 1998. Botani Umum. UGM Press. Yogyakarta.

Wilkins, M. B. 1989. Fisologi Tanaman. Bumi Aksara. Jakarta.
















LAMPIRAN

Description: C:\Users\HP\Documents\IMG-20190328-WA0041.jpg                    Description: C:\Users\HP\Documents\IMG-20190328-WA0036.jpg
             Gambar 1. Pembungkusan tanaman.                  Gambar 2. Penamaan tanaman.





Description: C:\Users\HP\Documents\IMG-20190328-WA0040.jpg                       Description: C:\Users\HP\Documents\IMG-20190328-WA0035.jpg
             Gambar 3. Penimbangan tanaman 1.                  Gambar 4. Penimbangan tanaman 2.

Description: C:\Users\HP\Documents\IMG-20190328-WA0038.jpg                          Description: C:\Users\HP\Documents\IMG-20190328-WA0033.jpg
             Gambar 5. Pengipasan tanaman.                       Gambar 6. Penimbangan tabel tanaman.


Description: C:\Users\HP\Documents\IMG-20190328-WA0034.jpg
Ganbar 7. Penimbangan gambar daun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar