Rabu, 03 April 2019

Laporan Respon Tumbuh Akar Terhadap Perlakuan Hormon


Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan

RESPON TUMBUH AKAR TERHADAP PERLAKUAN HORMON
Hari/Jam  : Rabu/08.00-9.45 WIB
Asisten     : Juli Astri

Oleh :
KELOMPOK 6
NAMA                                                NIM
1.      Safriadi                                         1805108010033
2.      Fahrur Rozi Pasi                           1805108010029
3.      Sarah Nadia                                  1805108010056
4.      Reva Fazira                                   1805108010045













LABORATORIUM FISIOLOGI TUMBUHAN
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM BANDA ACEH
2019
I. PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Setiap organisme yang ada di bumi, masing-masing memiliki cara untuk hidup dan berkembang guna mempertahankan kelangsungan hidup dan meningkatkan keturunanya. Dengan cara  beregenerasi dan bereproduksilah organisme mampu memperbanyak keturunannya.
Tumbuhan merupakan salah satu organisme yang hidup di bumi ini dan berperan sebagai produsen, tampa tumbuhan makhluk hidup atau organisme lainnya tidak akan mampu untuk bertahan hidup. Dalam proses perkembangan dan reproduksi pada tumbuhan tidak lepas dari peranan hormon auksin, geberalin, sitokinin dan masih banyak hormon lainnya masing-masing hormon yang ada pada tumbuhan memiliki keterkaitan dan menunjang satu sama lain.
Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan ialah hasil interaksi antara faktor luar dengan faktor dalam. Interaksi tersebut menghasilkan tumbuhan yang berbeda satu dengan yang lainnya, baik dalam hal ukuran batang, jenis batang, jenis perbungaan dan sebagainya. Faktor internal meliputi sifat genetik yang terdapat di dalam gen dan hormon yang merangsang pertumbuhan. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor lingkungan.
Hormon ialah zat pertumbuhan yang mutlak dimiliki oleh tumbuhan dalam melakukan aktifitas kehidupannya. Hormon tumbuhan ialah suatu senyawa organik yang dibuat pada suatu bagian tumbuhan dan kemudian diangkut ke bagian lain, pada konsentrasi rendah menyebabkan dampak fisiologis. Peran hormon merangsang pertumbuhan, pembelahan sel, pemanjangan sel dan ada yang menghambat pertumbuhan. Hormon pada tumbuhan sangat beragam dan mempengaruhi penampakan tubuh tumbuhan sebagai hasil dari aktivitasnya.

1.2 Tujuan
           Untuk mengamati efek perlakuan hormon terhadap pertumbuhan akar.
II. TINJAUAN PUSTAKA

Pertumbuhan adalah penambahan ukuran yang tidak bisa dikembalikan ke ukuran semula. Pertumbuhan merupakan perwujudan dalam level sel melalui serangkaian pembelahan dan pengembangan sel. Perkembangan sel terjadi karena hormon yang dikeluarkan sel telah disiappakai bersamaan dengan bertambahnya tekanan turgor yang mengizinkan dinding sel untuk berkembang. Hormon tumbuhan dapat mengaktifkan enzim sel hidrase atau untuk penambahan sintesis. Keduanya sama-sama mempertinggi aktifitas enzim (Hilman, 1978).
Pertumbuhan dalam tumbuhan ada 2, yaitu pertumbuhan primer dan sekunder. Pertumbuhan primer menghasilkan bagian tumbuhan primer yang terdiri dari 3 sistem jaringan, yaitu akar, batang, dan daun. Pertumbuhan primer menghasilkan bagian tumbuhan sekunder. Jaringan mengalami pertambahan dalam diameter. Pertambahan ukuran batang dan akar disebabkan dari produksi sekunder sel baru melalui kambium vaskular dan kambium gabus. Kambium vaskular merupakan perwujudan pertumbuhan yang terus-menerus dan sel meristem silinder yang menghasilkan xylem dan floem dimana floem sebagai jalan atau jalur zat organik dan hasil fotosintesis, sedangkan xylem sebagai jalan untuk air dan mineral. Keduanya merupakan saluran pengangkutan pada tumbuhan (Campbell, 2001).
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ada faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal antara lain cahaya, suhu, pH, kelembaban dan unsur-unsur yang terdapat dalam tanah. Faktor internalnya yaitu hereditas/gen dan hormon-hormon dalam tumbuhan itu sendiri. Hormon sangat berpengaruh untuk pertumbuhan secara alamiah. Hormon-hormon yang terlibat antara lain auksin, giberelin, asam absisat, sitokinin dan gas etilen (Kimball, 1996).
Pertumbuhan merupakan suatu peristiwa perubahan biologis yang terjadi pada makhluk hidup yang berupa pertambahan ukuran (volume, massa, tinggi) dan sifatnya irreversibel (tidak dapat kembali ke asal). Tumbuh merupakan perubahan ukuran organisme karena bertambahnya sel-sel dalam setiap tubuh organisme tidak kembali ke asal dan merubah ukuran organisme dari kecil menjadi besar. Pertumbuhan juga dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan tanaman hidup pada lingkungan tertentu dan dengan sifat-sifat tertentu untuk memajukan perkembangan dengan menggunakan faktor lingkungan. (Anonim, 2011)
Faktor pertumbuhan adalah bahan yang dibutuhkan oleh sel untuk mempertahankan kelangsungan hidup dirinya tetapi sel tidak dapat memproduksi diri sendiri. Hormon tumbuhan terdiri dari tiga grup senyawa, yakni auksin, giberelin, dan kinin. Hormon merupakan senyawa organik yang bekerja aktif dalam jumlah yang sedikit sekali, ditransformasikan ke dalam tubuh tumbuhan dan mempengaruhi pertumbuhan dan proses-proses fisiologis lainnya. Auksin adalah salah satu bentuk hormon yang paling banyak diteliti. Terutama berpengaruh terhadap pertumbuhan dengan merangsang perbesaran sel. F.W.Went, berhasil menemukan adanya zat yang dihasilkan oleh ujung tumbuhan dan yang berpengaruh besar terhadap pertumbuhan. Zat itu disebut zat penumbuh atau auksin. (Dwidjoseputro, 1980)














III. BAHAN DAN METODE PERCOBAAN

3.1. Tempat dan Waktu
Praktikum  Fisiologi Tumbuhan tentang Respons Tumbuh Akar Terhadap Perlakuan Hormon yang dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Pada hari rabu 2019, pukul 08.00 WIB.
3.2. Bahan dan Alat Percobaan
Bahan Tanaman          : Tanaman Coleus.
Bahan Kimia               : Hormon tumbuh : NAA, IBA.
Alat-alat                      : Pisau tajam.
3.3. Cara Kerja
1.      Dibuatlah 15 potongan batang coleus 5 cm.
2.      Direndam masing-masing 5 potongn dalam : 1) air, 2) ppm NAA, 3) 5 ppm IBA.
3.      Dibiarkan perendaman selama 24 jam.
4.      Dipindahkan potongan tersebut ke dalam pot pasir yang berpupuk dan dbiarkan selama 4 minggu.
5.      Dihitung jumlah tunas dan akar yang tumbuh dari setiap stek batang coleus tersebut.







IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Pengamatan
Adapun hasil pengamatan pada percobaan ini adalah:
Tabel 1. Respon tumbuh akar terhadap perlakuan hormon
Pengamatan
Tanaman ke
Coleus+ H2O
Coleus + Grow Tone
A.Jumlah Akar
1
36
35

2
65
47

3
56
51

4
65
43

5
42
17
Rerata

52,8
38,6
B.    Panjang Akar
1
12,8 cm
8,6 cm

2
19,8 cm
18 cm

3
14,9 cm
14,1cm

4
15,5 cm
16,1 cm

5
10,6 cm
8,4 cm
Rerata

14,7 cm
13,4 cm
C.    Berat Akar
1
0,55 gram
1,47 gram

2
1,7 gram
1,12 gram

3
0,47 gram
0,20 gram

4
2,9 gram
0,6 gram

5
0,32 gram
0,13 gram
Rerata

1,18 gram
0,70 gram
4.2. Pembahasan
Pada pengamatan pratikum ini dapat diketahui  bahwa respon akar coleus+ H2O lebih mengalami pertumbuhan daripada coleus+Growtone ,hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan jumlah akar, panjang akar dan berat akar. Growtone adalah Zat pengatur tumbuh (ZPT atau zat perangsang tumbuh) berbentuk tepung yang dapat larut, berwarna abu-abu, merangsang pertumbuhan akar dengan baik. Kegunaan growtone : Sangat berguna untuk stek dan cangkok karena mempercepat keluar akar.
Pada pengamatan tanaman coleus yaitu 5 yang direndam H2O dan 5 lagi diendam di dalam growtone selama 24 jam.  Setelah 4 minggu kemudian dapat diamati hasilnya , coleus yang direndam H2O Tanaman 1 memiiliki jumlah akar sebanyak =36 , tanaman 2= 65, tanaman 3=56, tanaman 4=65  tanaman 5= 42 dan memiliki rata- rata yaitu 52,8 . Sedangkan panjang akar yang dimiliki tanaman 1= 12,8cm, tanaman 2= 19,8 cm , tanaman 3= 14,9cm, tanaman 4= 15,5cm , tanaman 5= 10,6cm dan memiliki rata-rata 14,7cm. Dan berat kar pada tanaman 1= 0.55 gram , tanaman 2= 1,7 gram , tanaman 3=0,47 gram, tanaman 4=2,9 gram , tanaman 5= 0,32 gram dan memiiki rata-rata 1,18 gram.
Pada tanaman coleus+growtone , pada tanaman 1 memiliki jumlah akar =35 , tanaman 2=47 , tanaman 3=51 , tanaman 4= 43, tanaman 5=17 dan memiliki rata-rata 38,6. Panjang  akar pada tanaman 1= 8,6cm , tanaman 2= 16cm, tanaman 3= 14,1 cm, tanaman 4=  14,1 cm , tanaman 5= 16,1 cm dan memiiki rata-rata  13,4cm. Berat akar tanaman 1= 1,47 gram, tanaman 2= 1,12 gram, tanaman 3= 0,20gram, tanaman 4 =0,6 gram, tanaman 5=0,13 gram dan memiiki rata-rata 0,70 gram.
Mengapa pada perlakuan ini hasilnya sangat berbeda-beda, hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :
1. Faktor Suhu / Temperatur Lingkungan
Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang, reproduksi dan juga kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22 derajat celcius sampai dengan 37 derajad selsius. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti
2. Faktor Kelembaban / Kelembapan Udara
Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan. Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan di mana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.
3. Faktor Cahaya Matahari                        
Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar mentari dapat menghambat proses pertumbuhan.
4. Faktor Hormon
Hormon pada tumbuhan juga memegang peranan penting dalam proses perkembangan dan pertumbuhan seperti hormon auksin untuk membantu perpanjangan sel, hormon giberelin untuk pemanjangan dan pembelahan sel.










V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan
1. Akar adalah organ yang sangat penting dalam pertumbuhan tanaman.
2. Akar dapat menghasilkan percabangan atau akar-akar sekunder
3. Hormon adalah zat yang di temukan pada ujung batang , akar , pembentukan bunga yang berfungsi untuk sebagai pengatur pembesaran sel dan memicu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung.
5.2. Saran
Sebaiknya praktikum harus dilakukan dengan teliti agar menghasilkan data perlakuan hormon secara maksimal.











DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2011, Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Rajawali :
Yogyakarta
Campbell. 2001. Anatomi tumbuhan. Wiroblos : Yogyakarta
Dwidjoseputro, 1980. Belajar Ilmu Alam dan Sekitarnya. Tiga Serangkai : Solo
Hilman . 1978. Morfologi akar tanaman. Gramedia pustaka : Jakarta
Kimball. 1996. Morfologi tumbuhan. Gramedia pustaka : Jakarta














LAMPIRAN

Gambar 1. Tanaman Jagung
Gambar 2. Batang Begonia Dan Coleus

Gambar 3. Tanaman jagung

Gambar 4. Batang Begonia atau Coleus



Tidak ada komentar:

Posting Komentar