Laporan
Praktikum Fisiologi Tumbuhan
RESPON TUMBUH AKAR TERHADAP
PERLAKUAN HORMON
Hari/Jam : Rabu/08.00-9.45 WIB
Asisten :
Juli Astri
Oleh
:
KELOMPOK
6
NAMA NIM
1. Safriadi 1805108010033
2. Fahrur
Rozi Pasi 1805108010029
3. Sarah
Nadia 1805108010056
4. Reva
Fazira 1805108010045

LABORATORIUM FISIOLOGI
TUMBUHAN
PROGRAM STUDI
AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM BANDA ACEH
2019
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap organisme yang ada di bumi, masing-masing
memiliki cara untuk hidup dan berkembang guna mempertahankan kelangsungan hidup
dan meningkatkan keturunanya. Dengan cara beregenerasi dan
bereproduksilah organisme mampu memperbanyak keturunannya.
Tumbuhan merupakan salah satu organisme yang hidup di
bumi ini dan berperan sebagai produsen, tampa tumbuhan makhluk hidup atau
organisme lainnya tidak akan mampu untuk bertahan hidup. Dalam proses
perkembangan dan reproduksi pada tumbuhan tidak lepas dari peranan hormon
auksin, geberalin, sitokinin dan masih banyak hormon lainnya masing-masing
hormon yang ada pada tumbuhan memiliki keterkaitan dan menunjang satu sama
lain.
Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan ialah hasil
interaksi antara faktor luar dengan faktor dalam. Interaksi tersebut menghasilkan
tumbuhan yang berbeda satu dengan yang lainnya, baik dalam hal ukuran batang,
jenis batang, jenis perbungaan dan sebagainya. Faktor internal meliputi sifat
genetik yang terdapat di dalam gen dan hormon yang merangsang pertumbuhan.
Sedangkan faktor eksternal adalah faktor lingkungan.
Hormon ialah zat pertumbuhan yang mutlak dimiliki oleh
tumbuhan dalam melakukan aktifitas kehidupannya. Hormon tumbuhan ialah suatu
senyawa organik yang dibuat pada suatu bagian tumbuhan dan kemudian diangkut ke
bagian lain, pada konsentrasi rendah menyebabkan dampak fisiologis. Peran
hormon merangsang pertumbuhan, pembelahan sel, pemanjangan sel dan ada yang
menghambat pertumbuhan. Hormon pada tumbuhan sangat beragam dan mempengaruhi
penampakan tubuh tumbuhan sebagai hasil dari aktivitasnya.
1.2 Tujuan
Untuk mengamati efek perlakuan hormon terhadap pertumbuhan
akar.
II.
TINJAUAN PUSTAKA
Pertumbuhan
adalah penambahan ukuran yang tidak bisa dikembalikan ke ukuran semula.
Pertumbuhan merupakan perwujudan dalam level sel melalui serangkaian pembelahan
dan pengembangan sel. Perkembangan sel terjadi karena hormon yang dikeluarkan
sel telah disiappakai bersamaan dengan bertambahnya tekanan turgor yang
mengizinkan dinding sel untuk berkembang. Hormon tumbuhan dapat mengaktifkan
enzim sel hidrase atau untuk penambahan sintesis. Keduanya sama-sama
mempertinggi aktifitas enzim (Hilman, 1978).
Pertumbuhan
dalam tumbuhan ada 2, yaitu pertumbuhan primer dan sekunder. Pertumbuhan primer
menghasilkan bagian tumbuhan primer yang terdiri dari 3 sistem jaringan, yaitu
akar, batang, dan daun. Pertumbuhan primer menghasilkan bagian tumbuhan
sekunder. Jaringan mengalami pertambahan dalam diameter. Pertambahan ukuran
batang dan akar disebabkan dari produksi sekunder sel baru melalui kambium
vaskular dan kambium gabus. Kambium vaskular merupakan perwujudan pertumbuhan
yang terus-menerus dan sel meristem silinder yang menghasilkan xylem dan floem
dimana floem sebagai jalan atau jalur zat organik dan hasil fotosintesis, sedangkan
xylem sebagai jalan untuk air dan mineral. Keduanya merupakan saluran
pengangkutan pada tumbuhan (Campbell, 2001).
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ada faktor
eksternal dan internal. Faktor eksternal antara lain cahaya, suhu, pH, kelembaban
dan unsur-unsur yang terdapat dalam tanah. Faktor internalnya yaitu
hereditas/gen dan hormon-hormon dalam tumbuhan itu sendiri. Hormon sangat
berpengaruh untuk pertumbuhan secara alamiah. Hormon-hormon yang terlibat
antara lain auksin, giberelin, asam absisat, sitokinin dan gas etilen (Kimball,
1996).
Pertumbuhan merupakan suatu peristiwa perubahan
biologis yang terjadi pada makhluk hidup yang berupa
pertambahan ukuran (volume, massa, tinggi) dan sifatnya irreversibel (tidak dapat kembali ke asal). Tumbuh
merupakan perubahan ukuran organisme karena bertambahnya sel-sel dalam setiap
tubuh organisme tidak kembali ke asal dan merubah ukuran organisme dari kecil
menjadi besar. Pertumbuhan juga dapat diartikan sebagai suatu proses yang
dilakukan tanaman hidup pada lingkungan tertentu dan dengan sifat-sifat
tertentu untuk memajukan perkembangan dengan menggunakan faktor lingkungan. (Anonim, 2011)
Faktor
pertumbuhan adalah bahan yang dibutuhkan oleh sel untuk mempertahankan
kelangsungan hidup dirinya tetapi sel tidak dapat memproduksi diri sendiri.
Hormon tumbuhan terdiri dari tiga grup senyawa, yakni auksin, giberelin, dan
kinin. Hormon merupakan senyawa organik yang bekerja aktif dalam jumlah yang
sedikit sekali, ditransformasikan ke dalam tubuh tumbuhan dan mempengaruhi
pertumbuhan dan proses-proses fisiologis lainnya. Auksin adalah salah satu
bentuk hormon yang paling banyak diteliti. Terutama berpengaruh terhadap
pertumbuhan dengan merangsang perbesaran sel. F.W.Went,
berhasil menemukan adanya zat yang dihasilkan oleh ujung tumbuhan dan yang
berpengaruh besar terhadap pertumbuhan. Zat itu disebut zat penumbuh atau
auksin. (Dwidjoseputro,
1980)
III. BAHAN DAN METODE PERCOBAAN
3.1. Tempat dan Waktu
Praktikum Fisiologi Tumbuhan tentang Respons Tumbuh
Akar Terhadap Perlakuan Hormon yang dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi
Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Pada hari rabu 2019,
pukul 08.00 WIB.
3.2. Bahan dan Alat Percobaan
Bahan
Tanaman : Tanaman Coleus.
Bahan
Kimia : Hormon tumbuh : NAA,
IBA.
Alat-alat :
Pisau tajam.
3.3. Cara Kerja
1. Dibuatlah
15 potongan batang coleus 5 cm.
2. Direndam
masing-masing 5 potongn dalam : 1) air, 2) ppm NAA, 3) 5 ppm IBA.
3. Dibiarkan
perendaman selama 24 jam.
4. Dipindahkan
potongan tersebut ke dalam pot pasir yang berpupuk dan dbiarkan selama 4
minggu.
5. Dihitung
jumlah tunas dan akar yang tumbuh dari setiap stek batang coleus tersebut.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Pengamatan
Adapun hasil pengamatan pada
percobaan ini adalah:
Tabel
1. Respon tumbuh akar terhadap perlakuan hormon
|
Pengamatan
|
Tanaman ke
|
Coleus+ H2O
|
Coleus + Grow Tone
|
|
A.Jumlah
Akar
|
1
|
36
|
35
|
|
|
2
|
65
|
47
|
|
|
3
|
56
|
51
|
|
|
4
|
65
|
43
|
|
|
5
|
42
|
17
|
|
Rerata
|
|
52,8
|
38,6
|
|
B. Panjang
Akar
|
1
|
12,8
cm
|
8,6
cm
|
|
|
2
|
19,8
cm
|
18
cm
|
|
|
3
|
14,9
cm
|
14,1cm
|
|
|
4
|
15,5
cm
|
16,1
cm
|
|
|
5
|
10,6
cm
|
8,4
cm
|
|
Rerata
|
|
14,7 cm
|
13,4 cm
|
|
C. Berat
Akar
|
1
|
0,55
gram
|
1,47
gram
|
|
|
2
|
1,7
gram
|
1,12
gram
|
|
|
3
|
0,47
gram
|
0,20
gram
|
|
|
4
|
2,9
gram
|
0,6
gram
|
|
|
5
|
0,32
gram
|
0,13
gram
|
|
Rerata
|
|
1,18 gram
|
0,70 gram
|
4.2. Pembahasan
Pada pengamatan pratikum ini dapat diketahui bahwa respon akar coleus+ H2O
lebih mengalami pertumbuhan daripada coleus+Growtone ,hal ini dapat dilihat
dari pertumbuhan jumlah akar, panjang akar dan berat akar.
Growtone
adalah Zat pengatur
tumbuh (ZPT atau zat perangsang tumbuh) berbentuk tepung yang dapat larut,
berwarna abu-abu, merangsang pertumbuhan akar dengan baik. Kegunaan growtone : Sangat berguna untuk stek
dan cangkok karena mempercepat keluar akar.
Pada
pengamatan tanaman coleus yaitu 5 yang direndam H2O dan 5 lagi
diendam di dalam growtone selama 24 jam.
Setelah 4 minggu kemudian dapat diamati hasilnya , coleus yang direndam
H2O Tanaman 1 memiiliki jumlah akar sebanyak =36 , tanaman 2= 65,
tanaman 3=56, tanaman 4=65 tanaman 5= 42
dan memiliki rata- rata yaitu 52,8 . Sedangkan panjang akar yang dimiliki
tanaman 1= 12,8cm, tanaman 2= 19,8 cm , tanaman 3= 14,9cm, tanaman 4= 15,5cm ,
tanaman 5= 10,6cm dan memiliki rata-rata 14,7cm. Dan berat kar pada tanaman 1=
0.55 gram , tanaman 2= 1,7 gram , tanaman 3=0,47 gram, tanaman 4=2,9 gram ,
tanaman 5= 0,32 gram dan memiiki rata-rata 1,18 gram.
Pada
tanaman coleus+growtone , pada tanaman 1 memiliki jumlah akar =35 , tanaman
2=47 , tanaman 3=51 , tanaman 4= 43, tanaman 5=17 dan memiliki rata-rata 38,6.
Panjang akar pada tanaman 1= 8,6cm ,
tanaman 2= 16cm, tanaman 3= 14,1 cm, tanaman 4=
14,1 cm , tanaman 5= 16,1 cm dan memiiki rata-rata 13,4cm. Berat akar tanaman 1= 1,47 gram,
tanaman 2= 1,12 gram, tanaman 3= 0,20gram, tanaman 4 =0,6 gram, tanaman 5=0,13
gram dan memiiki rata-rata 0,70 gram.
Mengapa
pada perlakuan ini hasilnya sangat berbeda-beda, hal ini mungkin disebabkan
oleh beberapa faktor yaitu :
1. Faktor Suhu / Temperatur
Lingkungan
Tinggi
rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang,
reproduksi dan juga kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi
tumbuhan adalah antara 22 derajat celcius sampai dengan 37 derajad selsius.
Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut dapat
mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti
2. Faktor Kelembaban /
Kelembapan Udara
Kadar
air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan.
Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan di mana tumbuhan dapat
mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak
pada pembentukan sel yang lebih cepat.
3. Faktor Cahaya
Matahari
Sinar
matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis
(khususnya tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka
tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan
(etiolasi). Pada kecambah, justru sinar mentari dapat menghambat proses
pertumbuhan.
4. Faktor Hormon
Hormon
pada tumbuhan juga memegang peranan penting dalam proses perkembangan dan
pertumbuhan seperti hormon auksin untuk membantu perpanjangan sel, hormon
giberelin untuk pemanjangan dan pembelahan sel.
V. KESIMPULAN DAN
SARAN
5.1.
Kesimpulan
1. Akar adalah organ yang sangat penting
dalam pertumbuhan tanaman.
2. Akar dapat menghasilkan percabangan
atau akar-akar sekunder
3. Hormon adalah zat yang di temukan
pada ujung batang , akar , pembentukan bunga yang berfungsi untuk sebagai
pengatur pembesaran sel dan memicu pemanjangan sel di daerah belakang meristem
ujung.
5.2.
Saran
Sebaiknya
praktikum harus dilakukan dengan teliti agar menghasilkan data perlakuan hormon
secara maksimal.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2011, Faktor-faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Rajawali :
Yogyakarta
Campbell. 2001. Anatomi
tumbuhan. Wiroblos : Yogyakarta
Dwidjoseputro, 1980. Belajar
Ilmu Alam dan Sekitarnya. Tiga Serangkai : Solo
Hilman . 1978. Morfologi
akar tanaman. Gramedia pustaka : Jakarta
Kimball. 1996. Morfologi
tumbuhan. Gramedia pustaka : Jakarta
LAMPIRAN

Gambar 1. Tanaman Jagung

Gambar 2. Batang Begonia Dan Coleus

Gambar 3. Tanaman jagung

Gambar 4. Batang Begonia atau Coleus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar